Konten yang Tak Pantas

Anda dapat melihat versi terjemahan yang tersedia untuk artikel ini dengan memilih bahasa di sudut kanan atas halaman ini. Terjemahan disediakan untuk kemudahan dan tidak dimaksudkan untuk mengubah konten kebijakan kami. Versi bahasa Inggris akan mengatur dan merupakan referensi Anda apabila terjadi pertentangan antara versi bahasa Inggris dan terjemahan.

Kebijakan ini berlaku untuk produk iklan berbayar Twitter.

Apa kebijakan yang dimaksud?

Twitter melarang promosi konten yang tak pantas secara global.

Contoh konten yang dilarang termasuk:

  • Konten yang mungkin dianggap sebagai:

-Mengancam

-Kasar

-Mengerikan

-Menghina

-Mengejutkan

-Menggelisahkan

-Menyinggung

-Vulgar

-Cabul

-Menjijikan

  • Konten yang menghasut atau provokatif dan yang cenderung menimbulkan reaksi negatif yang kuat
  • Konten yang merujuk ke kejadian sensitif (mis. kematian, bencana alam/industri, serangan kekerasan, kerusuhan warga, dll.) dan mengandung salah satu dari kategori berikut: serangan pribadi, apropriasi hashtag, penjualan barang/jasa, kampanye politik, atau konten tak pantas lainnya.
  • Konten yang memuja tindakan melukai diri sendiri atau konten yang terkait
  • Profanitas

Apa sajakah sumber daya Twitter lain yang terkait dengan kebijakan ini?

Apa yang harus diketahui pengiklan tentang kebijakan ini?

Baca pedoman Twitter dan pastikan Anda memahami persyaratan untuk merek dan bisnis Anda. Anda bertanggung jawab atas semua konten Anda yang dipromosikan di Twitter. Hal ini mencakup kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku tentang iklan.

Jika Anda adalah pengiklan yang akun atau Tweet-nya dalam masa peninjauan, dan Anda ingin memeriksa status atau meminta peninjauan yang dipercepat, masuk ke ads.twitter.com dan ajukan tiket bantuan menggunakan tombol Bantuan di sudut kanan atas dasbor iklan Anda.


Apakah Artikel ini bermanfaat?

Panjang maksimum bidang ini adalah 5000 karakter.
Success
Terima kasih telah memberikan umpan balik mengenai artikel ini!
Error
Terjadi masalah saat mengirim formulir.