Kebijakan Hak Cipta

Anda dapat melihat versi terjemahan yang tersedia untuk artikel ini dengan memilih bahasa di sudut kanan bawah halaman ini. Terjemahan disediakan untuk kemudahan dan tidak dimaksudkan untuk mengubah konten kebijakan kami. Versi bahasa Inggris akan mengatur dan merupakan referensi Anda apabila terjadi pertentangan antara versi bahasa Inggris dan terjemahan.

Kebijakan ini berlaku untuk produk iklan berbayar Twitter.

Apa kebijakan yang dimaksud?

Twitter melarang pengiklanan konten yang melanggar hak cipta secara global.

Contoh konten yang melanggar hak cipta termasuk:

  • Mempromosikan distribusi konten berhak cipta tanpa izin.
  • Mempromosikan perangkat lunak yang memintas Manajemen Hak Digital (DRM) untuk media.
  • Mempromosikan alat yang digunakan untuk memudahkan penyalinan media tanpa izin.

Apa sajakah sumber daya Twitter lain yang terkait dengan kebijakan ini?

Apa yang harus diketahui pengiklan tentang kebijakan ini?

Pengiklan harus mengamankan izin untuk konten yang mereka kirimkan di Tweet atau di profil Twitter. Jika Anda ragu dengan hak yang Anda miliki atas karya tertentu, silakan hubungi bantuan hukum atau penasihat hukum karena Twitter tidak dapat menyediakan saran hukum.

Baca pedoman Twitter dan pastikan Anda memahami persyaratan untuk merek dan bisnis Anda.  Anda bertanggung jawab atas semua konten Anda yang dipromosikan di Twitter. Hal ini mencakup kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan yang berlaku tentang iklan.

Jika Anda adalah pengiklan yang akun atau Tweet-nya dalam masa peninjauan, dan Anda ingin memeriksa status atau meminta peninjauan yang dipercepat, masuk ke ads.twitter.com dan ajukan tiket bantuan menggunakan tombol Bantuan di sudut kanan atas dasbor iklan Anda.


Apakah Artikel ini bermanfaat?

Panjang maksimum bidang ini adalah 5000 karakter.
Success
Terima kasih telah memberikan umpan balik mengenai artikel ini!
Error
Terjadi masalah saat mengirim formulir.